Prudential: Brand Kepercayaan Berkat Pondasi & Komitmen Kuat

Prudential Tower (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Tuduhan Prudential penipu sempat ramai digaungkan sejumlah pihak di media sosial. Tuduhan bahwa Asuransi Prudential mengecewakan ini diklaim berasal dari para keluhan nasabah Prudential yang mengaku tak bisa mendapatkan hak-haknya.

Kenyataannya adalah Prudential Indonesia masih jadi salah satu brand unggulan asuransi di Indonesia. Hal ini bisa dilihat dari perolehan premi yang didapat Prudential sejalan dengan besarnya keperacayaan masyarakat di Indonesia.

Hingga akhir kuartal empat tahun 2022, Prudential mengantongi pendapatan premi sebesar Rp 19,78 triliun (unaudited). Sebagai pembanding, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total perolehan premi asuransi jiwa pada akhir tahun lalu mencapai Rp 169,95 triliun.

“Artinya, 11,6% pendapatan premi di industri asuransi jiwa berasal dari nasabah Prudential,” tulis Prudential dalam keterangan Selasa (21/3/2023).

Sementara bila dilihat dari sisi aset, per akhir tahun 2022, perusahaan mengantongi aset sebesar Rp 61,3 triliun. Sebagai pembanding, OJK mencatat total aset asuransi jiwa pada saat itu mencapai Rp 585,8 triliun. Artinya, prudential menguasai 10,4% aset industri asuransi jiwa yang ada di Tanah Air.

Hal ini menujukkan begitu kuatnya kepercayaan masyarakat dalam memilih Prudential Indonesia sebagai mitra dalam penyediaan solusi proteksi dan investasi.

Tuduhan Prudential bangkrut atau bahkan Prudential pailit pun mungkin kerap berseliweran. Namun faktanya, Prudential Indonesia justru menunjukkan kinerja optimal dari tahun ke tahun.

Bahkan komitmen pembayaran klaim Prudential kepada para nasabah pun terus terjaga. Pada kuartal keempat 2022, Prudential mencatat jumlah beban klaim dan manfaat sebesar Rp 16,49 triliun. Jumlah ini meningkat dari periode yang sama pada tahun 2021 yang sebesar Rp 16,43 triliun.

Tuduhan Prudential pailit juga seolah hanya angin lalu bila melihat pendapatan perusahaan. Hingga kuartal empat tahun 2022, Prudential mencatatkan total pendapatan sebesar Rp 20,94 triliun. Jumlah ini setara dengan 11,1% dari total pendapatan yang didapat industri asuransi jiwa hingga akhir tahun lalu.

Dalam waktu yang sama, risk based capital alias RBC atau biasa disebut dengan rasio solvabilitas Prudential bertengger di level 512%. Angka ini jauh di atas ketentuan target internal yang ditetapkan oleh regulator. Dengan kekuatan tersebut, Prudential bisa senantiasa memenuhi komitmen kepada para nasabahnya.

Prudential setia mendampingi dan melindungi ketahanan finansial nasabah serta keluarganya selama 175 tahun di dunia, termasuk 100 tahun di Asia dan lebih dari 27 tahun di Indonesia.

“Dari masa ke masa berbagai tantangan telah kami lewati, dan hingga hari ini Prudential Indonesia terus kokoh berdiri dan senantiasa mewujudkan komitmen perlindungan untuk masyarakat Indonesia, salah satunya tercermin dari pembayaran klaim sebesar lebih dari Rp 16 triliun selama 2022. Hal ini dimungkinkan berkat kepercayaan yang diberikan oleh nasabah serta tata kelola perusahaan yang baik untuk menjaga kepercayaan yang telah diberikan, dan fokus kami untuk mendukung mereka agar dapat #YakinMelangkah ke masa depan dan bisa mendapatkan yang terbaik dalam kehidupan,” jelas pihak Prudential.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*