Peneliti Ungkap Kandungan Air Mata Bunda Maria Menangis

Perajin menyelesaikan proses pembuatan patung rohani di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (17/12/2020). Menjelang Hari Raya Natal, pemesanan patung rohani berbahan dasar fiber resin mengalami peningakatan dua kali lipat dari hari biasa. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Pada 2018 lalu, sebuah gereja di New Mexico mengklaim patung Bunda Maria ‘menangis’. Penelitian pun mengungkap kandungan dari cairan yang dipercaya sebagai ‘air mata’ tersebut.

Awalnya, kehebohan terjadi pada 20 Mei 2018, Minggu Pentakosta, ketika umat Katolik Keuskupan Las Cruces dilaporkan menyaksikan patung itu menangis saat misa siang.

Alhasil, peristiwa itu membuat banyak orang datang ke gereja mencari pertobatan, pengakuan dosa, dan hanya untuk melihatnya terjadi. “Tangisan” diduga terjadi beberapa kali, menurut Judy Ronquillo, manajer bisnis gereja lokal, yang berbicara dengan¬†Washington Post pada 2018.

Para ahli menganalisis zat tersebut dan menyimpulkan bahwa itu adalah minyak zaitun yang dicampur dengan parfum. Komposisinya mirip dengan krisma, balsem pengurapan suci yang sering digunakan dalam upacara Kristen seperti pembaptisan.

Namun, otoritas gereja dilaporkan tidak dapat memastikan dari mana minyak itu berasal, demikian dikutip dari IFL Science, Jumat (28/4/2023).

Untuk menjelaskan kasus tersebut, beberapa orang yang skeptis menyatakan bahwa gereja telah mengatur situasi tersebut sebagai tipuan untuk membawa lebih banyak orang ke dalam gereja.

Pejabat keuskupan membantahnya, mengklaim kamera di gereja menunjukkan itu bukan aksi yang diatur.

Sebenarnya, kejadian ‘patung menangis’ beberapa kali terjadi, dan ternyata untuk memalsukannya sangat bisa dilakukan. Terkadang, itu bisa terjadi secara alami lewat kondensasi, atau melalui rancangan yang sederhana.

Hoaks sangat mudah dilakukan sehingga Gereja Katolik sendiri bergerak cukup cepat dengan penyelidik atau tidak mengambil sikap resmi dan membiarkan hal tersebut terjadi. Hanya ada beberapa patung tangisan yang diakui oleh Gereja.

Dalam beberapa dekade terakhir, ada beberapa kasus yang dipublikasikan secara luas di Italia di mana patung mulai menangis darah. Pada tahun 2002, patung santo Katolik Padre Pio terlihat dengan “air mata” darah, yang ternyata milik seorang wanita. Pada tahun 2008, seorang penjaga gereja diadili karena memalsukan air mata darah pada patung Maria. DNA-nya cocok dengan “air mata”.

Kasus paling kontroversial adalah patung Maria pada tahun 1995 di kota Italia Civitavecchia, di mana sekitar 60 orang mengaku melihat patung itu meneteskan air mata darah sebanyak 14 kali. Setelah diselidiki, darah itu ternyata berjenis kelamin laki-laki. Pemilik patung, seorang pria bernama Fabio Gregori, menolak untuk melakukan tes DNA.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*