Nasib baik menanti ketua timses 2024

Pilpres 2024 bakal diikuti tiga paslon yang akan bertanding. Mereka adalah Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming.

Semuanya sudah mendaftar ke KPU dan dinyatakan memenuhi syarat kesehatan. Kini KPU tengah melakukan verifikasi berkas para pasangan calon yang didaftarkan partai-partai politik.

Ganjar-Mahfud sudah menyusun timsesnya yang dinamakan Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud. TPN Ganjar-Mahfud diketuai oleh pengusaha sekaligus Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Arsjad Rasjid.

Ketua DPP PDIP Said Abdullah mengatakan pertimbangan memilih Arsjad lantaran representasi kalangan dunia usaha. Hal ini, diperlukan untuk membuktikan bahwa kebijakan ekonomi Ganjar Pranowo ke depan mempertimbangkan aspek ramah bisnis.

“Sebab kita membutuhkan peran dunia usaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat secara luas, guna menopang agenda Visi Indonesia Emas 2045,” kata Said beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Prabowo-Gibran menamakan timsesnya sebagai ‘Tim Kampanye Nasional (TKN). Diketuai mantan Ketua Kadin sekaligus mantan Wamen BUMN Rosan Roeslani.

Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon menyatakan Rosan dipilih memimpin timses karena pengalamannya dan memiliki jaringan yang luas.

“Punya pengalaman, network luas, dan pernah menjadi tim pemenangan Jokowi 2019,” kata Fadli.

Pasangan Anies-Cak Imin sampai saat ini belum mengumumkan tokoh yang mengisi posisi ketua timsesnya. Namun, mereka sudah menamakan timsesnya dengan ‘Tim Nasional (Timnas) Pemenangan AMIN’.

Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro menilai wajar para ketua timses mendapatkan insentif berupa jabatan menteri ketika kandidat Capres yang didukungnya menang.

Ia melihat setiap kerja politik yang dilakukan di Pilpres memerlukan sumber daya besar di segala lini. Setiap Ketua Tim Pemenangan harus bekerja optimal untuk memastikan sumber daya yang diperlukan tadi bisa mengalir dan menopang kerja-kerja politik.

“Wajar – rasional mengemuka arahan untuk mendistribusikan resources yang sebelumnya sudah dikeluarkan untuk dikembalikan. Setidaknya agar keseimbangan politik dan stabilitas nasional bisa terjaga,” kata Agung kepada CNNIndonesia.com, Jumat (5/10).

“Artinya, ketika kelak kandidat menang maka Ketua Tim Pemenangan mendapat insentif politik saat menang,” tambahnya.

Agung juga memprediksi para ketua timses para paslon capres yang memenangkan Pilpres 2024 juga akan mendapatkan jatah menteri. Baginya, pola yang sama akan terus berlangsung dalam perpolitikan Indonesia ke depannya.

“Iya. Kalau menang misalkan menteri,” kata dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*