Mau Lebaran, Kok Saham Mall Malah Merah! THR Belum Turun?

Pengunjung melintas dan mengamati pergerakan layar elektronik di di Jakarta, Selasa (2/1/2018).

Saham-saham emiten pengelola pusat perbelanjaan atau mall terpantau terkoreksi pada perdagangan sesi II Senin (10/4/2023), menjelang Lebaran Idul Fitri 1444 H yang tinggal menghitung hari.

Dari sembilan saham pengelola mall, enam diantaranya melemah, dua saham cenderung stagnan, dan satu masih menguat.

Berikut pergerakan saham pengelola mall pada perdagangan sesi I hari ini.

Saham Kode Saham Harga Terakhir Perubahan
Matahari Department Store LPPF 4.700 -6,93%
Matahari Putra Prima MPPA 87 -6,45%
Mitra Adiperkasa MAPI 1.390 -1,77%
Midi Utama Indonesia MIDI 356 -1,11%
Ramayana Lestari Sentosa RALS 660 -0,75%
Supra Boga Lestari RANC 680 -7,30%
Sumber Alfaria Trijaya AMRT 2.770 2,59%
Hero Supermarket HERO 1.580 2,60%

Sumber: RTI

Hingga pukul 14:02 WIB, saham pengelola mall Central Park yakni PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) memimpin koreksi saham pengelola mall pada sesi II hari ini, yakni ambles 2,99% ke posisi harga Rp 130/saham.

Namun, untuk saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) menguat 0,51% menjadi Rp 995/saham.

Lesunya emiten pengelola mall tersebut terjadi jelang Hari Raya Idul Fitri 1444 H atau Lebaran 2023 yang tinggal menghitung hari, sekitar 10 hari lagi.

Padahal seharusnya, Lebaran tahun ini menjadi momentum bagi saham mall untuk kembali memulihkan kinerjanya, baik dari kinerja saham, maupun kinerja keuangannya.

Hal ini karena kebutuhan untuk masyarakat yang berbelanja baju baru atau kebutuhan lebaran lainnya seharusnya menjadi pendorong bagi perusahaan mall. Apalagi dengan tidak adanya PPKM, masyarakat bisa lebih leluasa untuk berbelanja kebutuhan lebaran.

Selain itu, momentum di sisa Ramadan 2023 juga seharusnya menjadi penopang bagi saham mall. Apalagi dengan dilonggarkannya kegiatan masyarakat, sehingga masyarakat juga dapat melaksanakan buka puasa bersama di restoran di mall-mall.

Namun nyatanya, momentum Ramadan dan Lebaran 2023 belum dapat menggairahkan saham pengelola mall.

Investor sepertinya cenderung wait and see melihat data indeks keyakinan konsumen (IKK) pada Selasa besok dan penjualan ritel RI terbaru yang akan dirilis pada Rabu mendatang.

Sebelumnya, data IKK Indonesia pada Februari lalu turun menjadi ke angka 122,4, dari sebelumnya berada di angka 123 pada Januari lalu.

Namun diprediksi, IKK periode Maret 2023 akan kembali turun ke angka 113, berdasarkan survei dari Trading Economics. Meski mengalami penurunan, tetapi sejatinya konsumen masih optimis.

IKK menggunakan angka 100 sebagai titik mulanya. Jadi, jika angkanya masih berada di atas 100, maka konsumen masih cenderung optimis. Sebaliknya, jika IKK berada di bawah 100, maka konsumen cenderung pesimis.

Sedangkan, penjualan ritel juga terus mengalami penurunan sejak Juli tahun lalu, di mana per Februari 2023, penjualan ritel tercatat minus 0,6%.

Pada periode Maret 2023, penjualan ritel diprediksi kembali turun menjadi -0,8%, berdasarkan survei dari Trading Economics.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*