Kontribusi Badak NGL Tekan Impor LPG & Jadi LNG Hub Dunia

Strategi PT Badak NGL Tekan Impor LPG & Jadi LNG Hub Dunia. (CNBC Indonesia TV)

Kebutuhan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Indonesia mencapai 8 juta metrik ton per tahun dan menjadi salah satu sumber energi. Sayangnya hingga 75% atau 6 juta metrik ton masih dipenuhi impor. Untuk itu, PT Badak NGL menghadirkan inovasi LPG Production Booster System (LPBS) di Bontang, Kalimantan Timur.

Inovasi ini bisa meningkatkan produksi LPG hingga 320% lebih tinggi dari target yang ditetapkan. Dengan begitu, Badak NGL pun mampu berkontribusi menekan impor LPG dan memenuhi kebutuhan dalam negeri.

LPBS merupakan inovasi modifikasi kilang LNG, agar bisa mengekstraksi lebih banyak LPG. Caranya dengan menginstal sistem pendingin tambahan scrub column overhead, yang diluncurkan bersama dengan LPBS ini telah sejak 2021.

Dari inovasi ini, total produksi LPG yang dihasilkan Badak NGL mencapai 1,6 jt metrik kubik. Selain itu, anak usaha PT Pertamina (Persero) ini menciptakan potensi devisa bagi negara mencapai US$ 92 juta dalam kurun waktu 2022-2027, dan akan memberikan manfaat bagi Indonesia.

VP Business Support Badak NGL, Feri S Nugroho, mengatakan dengan booster ini produksi bisa mencapai 220 ribu meter kubik, atau setara 1,7% total impor LPG nasional.

“Selain inovasi ini, kami juga terus mengembangkan bisnis ke depan dengan bekerja sama dan sinergi anak usaha Pertamina lainnya, dalam rangka pemanfaatan infrastruktur kilang minyak untuk LNG hub dan LPG hub. Selain itu, didukung fasilitas tangki besar dan posisi strategis, Badak NGL yakin bisa menjadi LGN hub dunia pada 2024 mendatang,” ungkap Feri kepada CNBC Indonesia, Senin (10/4/2023).

Dua memastikan bisnis transformasi yang dilakukan PT Badak NGL mampu menjadi sumber cadangan gas bukan hanya bagi nasional, namun juga internasional. Apalagi Badak NGL disebut memiliki posisi strategis di Kalimantan Timur.

Apalagi, keandalan tim tenaga ahli di PT Badak NGL telah diketahui dunia dan kerap menjadi pertukaran ilmu, salah satunya oleh Timur GAP. Manager LNG Project Timor GAP, Tomas Talo Freitas, mengatakan PT Badak NGL memiliki reputasi internasional yang cukup bagus, dan lokasi jarak Timor Leste dan Indonesia cukup dekat.

“Kami memilih pertukaran ilmu di sini karena bisa belajar secara teori dan praktik, serta melihat sendiri industrinya secara langsung,” jelas Tomas.

Untuk masyarakat Bontang, Badak NGL juga memberikan CSR untuk meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat, dengan memberikan pelatihan dalam menjaga dan melestarikan tempat pariwisata di Selangan City, salah satu kota terapung di wilayah tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*