Kawin Paksa MNC Bank Harry Tanoe & Nobu Riady Masuk Tahap Ini

Bank Nobu/Doc.Bank Nobu

Merger kedua bank besar milik grup konglomerat kakap, PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) dan PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) akan rampung pada semester II tahun ini, tepatnya Agustus 2023.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, saat ini proses persiapan perkawinan kedua bank milik grup raksasa tersebut pada tahap penunjukkan konsultan.

“Belum ada detailnya, ini baru tahapan-tahapan awal seperti penunjukkan konsultan dan lain-lain,” kata Dian kepada CNBC Indonesia, Senin (20/3).

Menurutnya, siapapun pemegang saham terbesar dan siapa yang menjadi pemegang saham pengendali bukan lah hal yang terpenting. Namun, aksi korporasi ini akan semakin memperkuat kepercayaan publik terhadap perbankan swasta di Indonesia.

“Saya kira ini bukan issue yang terlalu penting ya, yang penting merger ini akan semakin memperkuat kepercayaan publik. Ini modal utama bank hasil merger untuk bisa menjadi salah satu bank swasta terkemuka,” pungkasnya.

Sebelumnya, Dian mengungkapkan, kedua bank tersebut sudah melakukan penandatanganan kesepakatan merger. Saat ini mereka juga sedang melakukan proses legal dan administratif.

“Mereka sudah mengajukan proposal merger bulan Desember lalu, dan mereka sudah tandatangan kesepakatan merger, sekarang sedang melakukan proses legal dan administratif,” ungkapnya.

Dian Ediana juga menyebut, perihal perkawinan kedua bank tersebut bukan hanya untuk memenuhi modal inti saja, namun perbankan yang memiliki ekosistem yang kuat.

“Saya kira kalau kita lihat sebenarnya ini bagus sekali ya MNC bergabung denga NOBU mereka juga dua-duanya punya ekosistem yang kuat. Isunya bukan soal bank umum memenuhi persyaratan Rp 3 triliun, ini adalah ngobrolnya kalau dua bank ini adalah merger,” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Senin (27/2).

Menurutnya, kekuatan dua ekosistem masing-masing bank yang dimikiki oleh konglomerat kakap Tanah Air.

“Saya kira kita sudah sama sama-sama tahu MNC dan Lippo ini dua grup konglomerat yang sangat kuat dan saya yakin betul mereka bisa bersinergi dengan baik,” sebutnya.

Dian menjabarkan, terkait dengan merger kedua bank ini sudah dilakukan sebelum deadline atau batas waktu yang ditentukan. “Jadi memang ini sudah dalam proses dan sudah ada tim mergernya. Sudah ada langkah-langkah ke arah realisasi mergernya,” imbuh Dian.

Dian menyebut, merger kedua bank ini sidah pasti dan tidak akan mundur. Bahkan, prosesnya dapat dipercepat sehingga menciptakan bank yang lebih kuat dari sebelumnya.

“Ini yang sudah pasti dulu. Tapi akuisisi yang lain belum bisa saya sebutkan karena ini masih dalam tahapan rencana-rencana yang belum bisa saya umumkan ke publik,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*