Hari Raya Nyepi, ATM di Bali Tak Bisa Diakses Mulai Besok!

Sejumlah Umat Hindu melakukan prosesi saat mengikuti upacara Tawur Agung Kesanga Di Pura Amerta Jati, Cinere, Depok, Jawa Barat, Rabu (2/3/2022). Prosesi Tawur Agung Kesanga yang digelar dengan protokol kesehatan COVID-19 tersebut merupakan rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi tahun baru Saka 1944. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Menjelang Hari Raya Nyepi di Bali, sarana penarikan tunai dan kegiatan transaksi lainnya dengan menggunakan ATM akan dinonaktifkan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho mengatakan secara umum dan bertahap akan dinonaktifkan mulai Selasa (21/3/2023) pada pukul 10.00 WITA. Mesin ATM akan kembali beroperasi seperti biasa mulai Kamis 23 Maret 2023 pada pukul 07.00 WITA.

Sehubungan dengan hal tersebut, untuk pemenuhan kebutuhan uang tunai masyarakat di Bali, BI mengimbau agar dapat melakukan sebelum jadwal penonaktifan mesin ATM.

“Selain itu untuk penyelesaian transaksi lainnya dapat dilakukan secara non tunai melalui internet banking atau mobile banking,” kata Trisno dalam keterangan pers, Senin (20/3/2023).

Lebih lanjut soal kebutuhan uang tunai di wilayah Bali menjelang Hari Raya Nyepi dan memasuki bulan Ramadan, diproyeksikan akan meningkat sebesar 5% yaitu dari sebesar Rp 2.829 miliar di tahun 2022 menjadi sebesar Rp 2.985 miliar di tahun 2023.

Demikian pula dengan transaksi digital berbasis QRIS mengalami peningkatan dari Rp 104,3 miliar di Januari 2022 menjadi Rp 383 miliar di Januari 2023 atau meningkat sebesar 267% (yoy).

Trisno menyampaikan bahwa untuk memenuhi kebutuhan uang tunai dengan jumlah yang cukup dan jenis pecahan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, Bank Indonesia telah menyediakan uang tunai sebesar Rp. 4.364 miliar atau satu setengah kali dari kebutuhan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*