Gong Xi Fa Cai! Ini Arti Merah dan Kuning dalam Imlek

Jakarta – Tahun Baru Imlek begitu identik dengan ornamen lampion, barongsai hingga liong. Rata-rata semuanya berwarna merah dan kuning.
Secara umum, warna merah dan kuning identik dengan Imlek karena dipercaya dapat membawa keberuntungan. Dalam budaya Tiongkok, warna merah melambangkan api dan kuning royal melambangkan bumi.

Kedua elemen tersebut diketahui membentuk sebuah keserasian satu sama lain dan membentuk kombinasi yang menguntungkan. Tak heran, jika kedua warna tersebut menjadi pilihan warna yang sangat populer selama perayaan Imlek.

Bukan hanya dianggap sebagai pembawa keberuntungan, warna merah dan kuning juga memiliki filosofi tersendiri yang erat kaitannya dengan Tahun Baru Imlek. Seperti apa filosofi yang dibawa oleh kedua warna tersebut? Simak penjelasan lengkapnya melalui paparan berikut, ya.

Filosofi Warna Merah dalam Tradisi Imlek
Warna merah dalam tradisi Imlek juga merupakan pilihan warna yang paling populer digunakan oleh masyarakat Tiongkok. Warna yang melambangkan api tersebut dikenal sebagai warna nasional yang dapat mewakili kebahagiaan, vitalitas, keindahan, kesuksesan, nasib baik, dan keberuntungan.

Warna merah juga tak terlepas dari legenda yang berkembang di tengah masyarakat Tiongkok. Seperti dijelaskan dalam laman americanenglish.state.gov, dikisahkan terdapat seekor binatang purba bernama Nian yang kerap meneror penduduk desa.

Nian diketahui suka memakan hasil panen, ternak, bahkan anak-anak. Seiring berjalannya waktu, para penduduk mengetahui kelemahan Nian yaitu warna merah, api, dan suara keras.

Berkat hal tersebut akhirnya para penduduk berhasil mengusir Nian. Hal tersebut membuat lahirlah tradisi mengenakan pakaian berwarna merah, menyalakan kembang api, dan menarikan barongsai saat Tahun Baru Imlek.

Filosofi Warna Kuning dalam Tradisi Imlek

Sama seperti warna merah, warna kuning dalam tradisi Imlek juga dianggap dapat membawa keberuntungan. Mengutip Cambridge Scholar, dalam budaya Tiongkok, kuning melambangkan kerajaan dan diperuntukkan bagi seorang kaisar. Dikatakan bahwa kuning merupakan warna terpenting dalam sudut pandang kuno.

Kaisar Tiongkok pertama dikenal sebagai “Yellow Emperor” atau Kaisar Kuning, lalu Tiongkok juga kerap dijuluki sebagai “Yellow Earth” atau Bumi Kuning, dan sungai induk di sana adalah Yellow River atau Sungai Kuning. Warna kuning juga sangat erat kaitannya dengan Dinasti Song, Dinasti Ming, dan Dinasti Qing.

Seperti penggunaan warna kuning sebagai jubah kaisar, kereta istana, bendera resmi, segel resmi, guci tembaga, hingga atap genteng. Bahkan dalam Buddhisme Tiongkok, para biksu mengenakan jubah kuning yang dikaitkan dengan kebebasan dan kebutuhan materi.

Semua asosiasi yang telah dijelaskan sebelumnya menunjukkan betapa tingginya penghargaan terhadap warna kuning di Tiongkok. Maka, tak heran jika warna tersebut sangat dihormati dan dianggap sebagai membawa keberuntungan.

Warna Pembawa Keberuntungan

Selain merah dan kuning royal atau emas, ada berbagai warna lain yang dipercaya juga dapat membawa keberuntungan. Berdasarkan artikel Color Words between English and Chinese karya Xuezhi Li dari Linyi University, warna hijau dalam budaya Tiongkok biasanya diasosiasikan dengan pertumbuhan, kesuburan, dan regenerasi. Hal tersebut membuat hijau termasuk sebagai warna pembawa keberuntungan dalam hidup.

Dalam tradisi Tiongkok, warna hijau dihubungkan dengan konsep unsur kayu yang dipandang sebagai simbol kemurnian yang alami. Bukan hanya itu, warna hijau juga erat kaitannya dengan kekayaan. Hal tersebut menunjukkan keberuntungan dalam meningkatkan kekayaan pribadi.

Warna Pembawa Kesialan

Selain ada warna yang dipercaya dapat membawa keberuntungan, ternyata terdapat pula warna pembawa kesialan. Apa sajakah itu? Salah satunya adalah warna putih.

Masih dikutip dari sumber sebelumnya, orang-orang di Barat biasanya mengasosiasikan warna putih sebagai warna yang bermakna kesucian. Tetapi, hal tersebut justru berbanding terbalik di Tiongkok yang mana masyarakatnya justru memiliki pandangan yang sangat berbeda tentang warna putih.

Biasanya warna putih diĀ https://Garasi777.s3.us-west-004.backblazeb2.com/garasi777.html Tiongkok justru diasosiasikan dengan kematian maupun kedukaan. Hal ini dapat dilihat pada saat proses pemakaman berlangsung. Biasanya para pelayat berpakaian warna putih.

Situasi tersebut membuat warna putih kerap dikaitkan dengan kematian, sehingga membuat sebagian masyarakat menganggapnya sebagai warna pembawa kesialan. Alasannya karena warna putih dipandang dapat mengundang kematian dalam hidup seseorang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*