Adakah Sanksi Buat Israel Jika Tolak Resolusi DK PBB soal Gaza?

Adakah Sanksi Buat Israel Jika Tolak Resolusi DK PBB soal Gaza?

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) akhirnya mengadopsi resolusi perdana yang menyerukan jeda kemanusiaan di Jalur Gaza, Palestina, pada Rabu (15/11), setelah sebulan ini gagal menyepakati resolusi apa pun https://143.42.75.229.
Resolusi yang diusulkan oleh Malta itu menyerukan Israel membuka koridor kemanusiaan di seluruh Gaza “selama beberapa hari”. Resolusi ini juga mendesak diberikannya perlindungan bagi warga sipil terutama anak-anak, serta memungkinkan pengiriman bantuan hingga evakuasi medis di daerah kantong itu.

Resolusi bernomor 2712 ini didukung oleh 12 dari total 15 anggota tetap dan tidak tetap DK PBB. Tak ada negara yang menolak resolusi itu dan tiga negara abstain yakni Rusia, Amerika Serikat, dan Inggris. Ketiga negara ini memiliki hak veto.

Resolusi 2712 ini merupakan resolusi pertama yang berhasil diadopsi DK PBB setelah empat draf resolusi sebelumnya gagal disahkan oleh para anggota DK PBB sejak agresi Israel ke Jalur Gaza berkecamuk 7 Oktober lalu.

Dua draf resolusi DK PBB yang digagas Rusia gagal mendapatkan suara minimum untuk diadopsi, satu draf rancangan Brasil diveto oleh AS, dan satu draf usulan AS diveto Rusia dan China.

Meski DK PBB telah mengadopsi resolusi ini, Israel menolak keras karena menilai resolusi “tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.”

Wakil Tetap Israel, Brett Jonathan Miller, mengatakan bahwa prioritas utama Tel Aviv yakni membebaskan para sandera. Dia pun menegaskan Israel “akan terus melakukan apa pun demi mencapai tujuan ini.”
.
“Resolusi ini hanya berfokus pada situasi kemanusiaan di Gaza. Resolusi tersebut tidak menyebutkan apa yang menyebabkan kejadian ini terjadi. Resolusi tersebut membuat seolah-olah apa yang kita saksikan di Gaza terjadi dengan sendirinya,” ucap Miller seperti dikutip dari rilis PBB.

Dia menambahkan bahwa prioritas utama Israel adalah memulangkan para sandera, “dan mengingat resolusi Dewan Keamanan tidak mempengaruhi teroris, Israel akan terus melakukan apa pun untuk mencapai tujuan ini.”

Ini bukan pertama kalinya Israel menolak mentah-mentah dan tak mengindahkan resolusi DK PBB yang lebih mengikat dan mendesak daripada resolusi lainnya di PBB.

Lantas adakah sanksi yang bisa dijatuhkan ke Israel karena menentang resolusi DK PBB? Sejauh mana resolusi DK PBB ini akan mempengaruhi sikap Israel?

Pengamat Hubungan Internasional Universitas Padjajaran, Teuku Rezasyah, mengatakan Israel bisa dijatuhi sejumlah sanksi internasional apabila menolak mematuhi resolusi DK PBB.

Beberapa sanksi tersebut antara lain penarikan duta besar negara-negara dari Israel, mengembargo produk asal Israel dan negara pendukung Negeri Zionis, serta mengurangi maupun meniadakan hubungan dengan institusi keuangan yang dikuasai Israel.

“Memperbanyak dialog dan protes pada pejabat PBB di seluruh dunia dan negara-negara yang menolak sanksi [juga bisa menjadi salah satu cara menjatuhi sanksi kepada Israel],” kata Rezasyah kepada CNNIndonesia.com, Kamis (16/11).

Sejak Israel meluncurkan agresi 7 Oktober lalu, sejumlah negara sudah mulai menarik duta besarnya sebagai protes atas genosida Negeri Zionis di Jalur Gaza.

Dikutip CNN, beberapa negara itu antara lain Afrika Selatan, Chad, Honduras, Turki, Yordania, Bahrain, Kolombia, hingga Chili. Bolivia bahkan langsung memutus hubungan diplomatik dengan Israel begitu melihat kekejaman Tel Aviv terhadap kemanusiaan di Palestina.

Apabila Israel tak segera mengindahkan resolusi, ada kemungkinan negara-negara lain mengikuti langkah sejumlah negara ini untuk menarik duta besar dari Tel Aviv.

Selain penarikan duta besar, masyarakat internasional juga sebetulnya sudah mulai memboikot produk-produk Israel maupun negara-negara pendukungnya.

Berdasarkan laporan Wall Street Journal, perekonomian Israel terpukul imbas agresi, dengan mata uangnya melemah atas dolar serta indeks pasar saham terkemuka negara itu, TA35, turun sekitar 10 persen sejak 7 Oktober.

Sementara itu, menurut pakar hukum internasional dari Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, tak ada sanksi yang bisa dijatuhkan kepada Israel apabila negara itu menentang DK PBB.
Menurut Hikmahanto, resolusi DK PBB sendiri tidak memiliki kekuatan yang signifikan sehingga Israel jelas tidak akan tunduk pada keputusan itu.

“Permasalahan terbesar dari resolusi DK tersebut adalah pemaksaannya bila Israel tidak mau tunduk. Menurut saya, meski AS tidak memveto, namun AS kan abstain. Artinya AS tidak akan lakukan upaya paksa bila Israel tidak menghentikan serangan ke Gaza,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*